Bata, Alfianus Ferediko (2024) GAMBARAN PENERAPAN TERAPI SHAKER EXERCISE TERHADAP STATUS MENELAN PADA NY.M STROK NON HEMORAGIK DI RUANG ICU RSUD KOTA KENDARI. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Kendari.
|
Text
cover.docx Download (559kB) |
|
|
Text
BAB I.docx Download (20kB) |
|
|
Text
bab 2.docx Download (293kB) |
|
|
Text
BAB III.docx Download (22kB) |
|
|
Text
BAB IV.docx Download (19kB) |
|
|
Text
BAB V.docx Download (13kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.docx Download (14kB) |
|
|
Text
lampiran.docx Download (740kB) |
Abstract
Alfianus Ferediko BATA (P00320021100) Gambaran Penerapan Terapi Shaker Exercise Terhadap Gangguan Menelan Pada Pasien Strok Non Hemoragik Di Ruang Icu Rsud Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, Pembimbing I (Indriono Hadi S,Kep,Ns,M,Kes) Pembimbing II (Taamu.A,kep,S,Pd,.M.Kes). Latar Belakang : stroke terjadi pada bagian otak yang berperan penting seperti batang otak yang mengatur pernafasan, maka dapat menimbulkan dampak yang berat salah satunya gangguan menelan. Lesi pada otak dapat menyebabkan gangguan mengunyah dan gangguan transportasi bolus makanan. Lesi otak yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif seperti gangguan konsentrasi dan atensi dapat mengganggu proses menelan Tujuan : Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui Penerapan Terapi Shaker Exercise Terhadap Status Menelan Pada Ny.M Strok Non Hemoragik Dengan Gangguan Menelan Di Ruang Icu Rsud Kota Kendari.Manfaat : Diharapkan setelah dilakukan terapi shaker exercise pada pasien stroke non hemoragik dapat mengurangi gangguan menelan.Metode : Studi kasus deskriptif pada 1 orang subjek pasien dewasa stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan utama gangguan menelan Hasil : Hasil ini membuktikan bahwa terapi pada hari pertama didapatkan score RAPIDS pasien 80 (kategori resiko aspirasi tinggi) dan pada hari ketiga dilakukan evaluasi adanya peningkatan dari nilai score RAPIDS pasien menjadi 86 (resiko aspirasi rendah).Kesimpulan : penerapan terapi shaker exercise terhadap gangguan menelan pada Ny.M dengan diagnosa stroke non-hemoragik efektif mencegah terjadinya risiko aspirasi dan disfagia, hal ini dapat dibuktikan pada hari pertama didapatkan score RAPIDS pasien 80 (kategori resiko aspirasi tinggi) dan pada hari ketiga dilakukan evaluasi adanya peningkatan dari nilai score RAPIDS pasien menjadi 86 (resiko aspirasi rendah). Saran : Perawat dapat melakukan terapi shaker exercise untuk mengurangi gangguan menelan Kata Kunci :gangguan menelan, terapi shaker exercise, Stroke Non Hemoragik
| Item Type: | Thesis (Karya Tulis Ilmiah) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | gangguan menelan, terapi shaker exercise, Stroke Non Hemoragik | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | |||||||||
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Prodi D-III Keperawatan | |||||||||
| Depositing User: | D3 Keperawatan | |||||||||
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 06:35 | |||||||||
| Last Modified: | 28 Oct 2026 06:35 | |||||||||
| URI: | http://repository.poltekkes-kdi.ac.id/id/eprint/5611 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
